MERDEKA

Merdeka juga milik anak-anak dengan disabilitas

Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, Indonesia merayakan hari ulang tahun. Tahun 2026 ini, Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-81. Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia), di usianya yang ke-81 ini,  Indonesia sudah termasuk lansia; dan menurut klasifikasi World Health Organization (WHO), Indonesia ada di tahap lansia tua.

Indonesia sebagai lansia tua, dari tinjauan ilmu kesehatan berarti Indonesia ada dalam proses penuaan lanjutan yang dapat disertai dengan/tanpa penurunan fisik dan biologis yang nyata tergantung pada kondisi perjalanan kesehatannya. Sedangkan berpijak pada teori perkembangan Erikson, Indonesia yang genap berusia 81 tahun berarti Indonesia sedang ada di periode perkembangan Integrity vs Despair (Integritas vs Keputusasaan). Pada periode ini Indonesia akan mengalami penglihatan kembali atau flashback tentang alur kehidupannya yang telah dijalani. Indonesia juga berusaha untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sebelumnya tidak terselesaikan. Jika berhasil melewati periode ini, Indonesia akan mendapatkan kebijaksanaan, namun jika gagal maka Indonesia bisa mengalami keputusasaan. Dari makna filosofi ‘padi’, berarti Indonesia yang semakin bertambah usinya semestinya akan semakin bersikap rendah hati.

Merayakan hari ulang tahun Indonesia, berarti rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan. Secara konstitusi sudah 81 tahun Indonesia berdiri sebagai Bangsa dan Negara dengan status merdeka, namun sudahkah rakyat Indonesia merdeka? terlebih rakyat Indonesia penyandang  disabilitas?

Merdeka adalah suatu keadaan yang bebas dengan makna: bebas dari tekanan serta berdaulat dan mandiri. Berdasarkan pengertian dan makna merdeka ini, berarti Indonesia adalah Negara dan warganya adalah Bangsa baik yang disabilitas maupun non disabilitas; bebas dari tekanan berarti tidak ada lagi rasa takut atau intimidasi dari pihak lain dalam menjalani hidup keseharian; berdaulat dan mandiri berarti tidak lagi bergantung pada bangsa atau orang lain.

Kata kunci yang menjadi ciri rakyat Indonesia Merdeka, yakni hidup bebas dan mandiri serta hidup aman dan setara.

Sudahkan diperoleh?

Refleksi 81 tahun merdeka: kawan-kawan disabilitas masih belum bebas berpergian dengan transportasi umum, masih banyak bis, kereta api yang tidak akses bagi pengguna kursi roda; kawan-kawan disabilitas belum mandiri berbelanja, masih banyak pramuniaga, pramusaji dan kasir tidak dapat berkomunikasi dengan teman tuli dan teman tuli-buta. 81 tahun Indonesia sudah merdeka tapi masih sangat banyak warga Indonesia penyandang disabilitas hidupnya belum aman. Mengapa? karena syarat utama aman yakni perlakuan setara belum diberikan. Negara dan warga pada umumnya masih saja memberikan perlakuan sama yang meminta warga penyandang disabilitas menyesuaikan karakteristik khusus dirinya dengan standar dan aturan yang berlaku umum. Apa dan bagaimana hidup setara?

Upacara dan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di lingkungan Mimi Institute mencontohkan kepada kita hal-hal yang setara. Dalam upacara, Pembaca Naskah Pancasila dilakukan oleh murid disabilitas netra, ia tidak pegang naskah, juga tidak baca naskah awas, pembesaran huruf ataupun braille, ia membaca dengan hafal sesuai cara, kemampuan dan pilihannya tanpa ada hambatan. Saat perlombaan makan kerupuk diberlakukan 3 aturan, dan masing-masing murid dapat memilih aturan yang sesuai dengan karakteristik khususnya. Aturan pertama lomba makan kerupuk tanpa pegang tali dan tanpa pegang kerupuk; aturan kedua lomba makan kerupuk dengan pegang tali tapi tanpa pegang kerupuk; aturan ketiga lomba makan kerupuk dengan langsung pegang kerupuk tanpa kerupuk digantung pada tali. Dengan memberlakukan tiga aturan yang berbeda-beda berarti kesetaraan sudah ditunjukkan sehingga semua murid Mimi Institute yang berbeda-beda ragam disabilitas/kekhususannya dapat berpartisipasi dalam lomba kerupuk tanpa ada halangan.

Dalam memaknai HUT RI ke-81, Mimi Institute mengambil tema ‘MERDEKA’ untuk mendukung Tema Nasional; Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’. Dengan tema ‘Merdeka’, anak/remaja/dewasa berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas) warga belajar Mimi Institute diajak untuk tidak malu berteman dan berinteraksi dengan siapapun, untuk tidak takut bertanya dan terlibat dalam kegiatan apapun; untuk tidak distigma ketika berada dimanapun dan dalam kondisi yang bagaimanapun.

Pada 17 Agustus 2026 ini, Indonesia bertambah usia satu tahun menjadi genap 81 tahun. Dengan bertambahnya usia, Indonesia perlu menoleh pada tanaman padi, yang semakin tua, padi semakin berisi dan merunduk. Berarti Indonesia sudah semakin mampu menyelesaikan permasalahan Negara dan Bangsa terkait disabilitas. Didukung gerakan disabilitas, Indonesia sudah semakin menyadari hak warga penyandang disabilitas dengan terus mengupayakan inklusif disabilitas di segala bidang pembangunan dan pelayanan. Jika ini sudah dilakukan dan ditunjukkan, Warga Indonesia penyandang disabilitas memperoleh kemerdekaannya secara utuh dan bermartabat; tetapi bila belum dilakukan dan tidak ditunjukkan, warga Indonesia penyandang disabilitas akan mengalami keputusasaannya pada Negara dan Bangsa.  

Salam MIMI

Masyarakat Indonesia Masyarakat Inklusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *