Kebangkitan Nasional merupakan sejarah penting yang menjadi tonggak pergerakan nasional yang dimulai pada awal abad 20. Kebangkitan Nasional ditetapkan sebagai hari bersejarah bersamaan dengan lahirnya Organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Tokoh Boedi Oetomo yang adalah kaum bumi putera yang terpelajar saat itu menyadari bangsanya tertinggal; hidup dengan kemiskinan, kelaparan dan kerja paksa. Kesadaran bersama ini memunculkan semangat berjuang membebaskan Bangsa dari penderitaan. Semangat perjuangan dimulai dengan mengubah strategi dari fisik ke intelektual dan dari perseorangan ke organisasi.
Strategi perjuangan intelektual melahirkan banyak cara menghadapi penjajah; bukan dengan perang fisik melainkan dengan perundingan disertai pergerakan menuju peradaban sebagai Bangsa. Ilmu memberikan pengalaman kepada kaum bumi putera untuk tidak lagi berjuang sendiri-sendiri, tetapi menghimpun kekuatan organisasi sebagai media perjuangan. Seruan Boedi Oetomo yang menyuarakan kemerdekaan sebagai hak Bangsa dikumandangkan tanpa lelah dan tanpa henti. Kekuatan intelektual dan kerja organisasi menjadi senjata ampuh Bangsa meraih kemerdekaan.
Sejarah kebangkitan nasional menjiwai semangat penyandang disabilitas untuk keluar dari ketertinggalan hak dan keterbelakangan martabat manusia sebagai Bangsa. Saat itu penyandang disabilitas tidak hanya hidup miskin dan lapar melainkan yang menjadi sebuah penderitaan adalah hidup dalam ketidakadilan dikarenakan stigma yang dibentuk oleh persepsi negatif. Stigma budaya memasung kebebasan; stigma sosial mengucilkan interaksi; stigma kebijakan merampas hak; stigma institusi menutup kesempatan.
Kerja intelektual dan organisasi yang dilakukan oleh Boedi Oetomo menjadi inspirasi, ide dan inisiatif kaum penyandang disabilitas dengan mendirikan organisasi yang dipimpin dari, untuk dan oleh penyandang disabilitas, di antaranya Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) hadir dan lahir pada tahun 1966; Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI didirikan pada tahun 1987; Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) berdiri pada tahun 1997. Mulai dari akhir abad 20 hingga di abad 21 sekarang ini, organisasi penyandang disabilitas di tingkat pusat dan daerah meningkat jumlahnya secara signifikan bersamaan dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan pengetahuan penyandang disabilitas terutama kaum mudanya. Setiap organisasi bergerak dengan fokus kerja yang saling melengkapi dan memperkuat demi satu tekad yakni melawan stigma meraih hak untuk hidup bermartabat dan adil.
Bidang pendidikan adalah bidang pertama yang diperjuangkan dengan melakukan rapat, diskusi, dengar pendapat hingga advokasi penyesuaian kebijakan dan perubahan aturan. Semangat belajar di kalangan penyandang disabilitas ditunjukkan dengan menghasilkan buah-buah perjuangan yang mengikutsertakan penyandang disabilitas dalam segala bidang pembangunan serta mengakui penyandang disabilitas dalam keragaman sistem masyarakat.
Apa yang sudah dilakukan oleh kaum bumi putera melalui kerja intelektual dan Organisasi Boedi Oetomo menjadi nyata dalam pergerakan kebangkitan kaum penyandang disabilitas. Ilmu dan organisasi telah membuktikan sebagai senjata ampuh bagi upaya terwujudnya penghormatan, perlindungan, pemajuan dan pemenuhan hak yang sama dengan warga pada umumnya atas asas kesetaraan dan inklusi.
Tahun ini Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke 118 pada 20 Mei 2026 diperingati oleh Bangsa Indonesia dengan tema ‘menguatkan partisipasi semesta dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua’. Tema ini sejalan dengan gerakan organisasi penyandang disabilitas yang menyuarakan pelibatan bermakna tidak hanya di bidang pendidikan melainkan di segala bidang pembangunan. Penguatan partisipasi bagi penyandang disabilitas tidak cukup hanya diberi ruang, namun perlu dilengkapi dengan aksesibilitas dan akomodasi yang layak agar setiap individu disabilitas dapat berpartisipasi tanpa halangan dan dapat beraktivitas tanpa hambatan. Apa yang diperlukan?
Kebangkitan pengetahuan penyandang disabilitas perlu diikuti dengan kebangkitan pengetahuan kita semua tentang disabilitas sebagai ilmu dan gerakan organisasi. Untuk keperluan ini, Mimi Institute menyediakan program edukasi masyarakat sebagai media kebangkitan pemahaman kita menuju ‘Mainstreaming Disability & Disability Equality’.
Bersama Pengurus, Staf dan Murid Mimi Institute, kami ucapkan Selamat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026.

