Training
Kami menyediakan 3 jenis training yang akan meng-cover berbagai aspek untuk mencapai inklusi sosial bagi penyandang disabilitas.
Disability Sensitivity & Inclusive Disability (DSID)
DSID adalah Training andalan Mimi Institute yang digagas dan dilakukan sejak tahun 2009 baik dalam bentuk in-house training maupun external training.
DSID training apa?
Tentang pengetahuan disabilitas serta ketrampilan berinteraksi dan cara bersikap kepada individu pengidap disabilitas agar terwujud masyarakat inklusif dengan mengakomodasi resiko perbedaan yang diakuinya melalui penyediaan aksesibilitas dan akomodasi yang layak.
Untuk siapa DSID?
Untuk semua bidang pelayanan dan pembangunan, untuk sektor pemerintah dan swasta, untuk organisasi profit dan non profit serta untuk kita semua sehingga tidak ada seorang penyandang disabilitas pun yang ditinggalkan dalam setiap kerja kita.
Mengapa DSID diperlukan?
Agar kita tidak menjadi penghalang dan penghambat bagi individu disabilitas dalam berpartisipasi, sebab individu disabilitas adalah Ciptaan Tuhan yang ada di sekitar kita, anggota keluarga dan masyarakat serta warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban sama dengan warga pada umumnya. Lebih tegas lagi alasannya bahwa diskriminasi atas dasar disabilitas merupakan pelanggaran hak dan martabat manusia (Konvensi Hak Penyandang Disabilitas Mukadimah Huruf H).
DSID tujuannya apa?
Untuk mengubah pola pandang bahwa disabilitas bukan urusan sentuhan emosi tetapi kajian pengetahuan, bukan urusan medis tetapi sosial, bukan urusan amal tetapi hak, bukan urusan objek tetapi subjek; untuk meningkatkan pemahaman bahwa individu disabilitas butuh pengakuan bukan penerimaan; butuh stimulasi bukan stigmatisasi, butuh kesetaraan bukan keseragaman. Dengan pola pandang yang tepat dan pemahaman yang benar, DSID menjadi sangat perlu agar kita yang tinggal dalam masyarakat beragam dapat melakukan cara berinteraksi yang dapat diakses oleh semua dan secara akomodatif oleh setiap individu dengan setiap ragam disabilitas.
Parenting Skill (PS)
Adalah training yang memberikan nilai tambah dan manfat lebih bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga baik usia bayi, anak, remaja dan dewasa berkebutuhan khusus / disabilitas di rumah.
PS training apa?
Tentang pengasuhan dan pendampingan yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang, bayi, anak, remaja dan dewasa berkebutuhan khusus di dalam dan bersama keluarganya.
Untuk siapa PS?
Untuk orangtua, untuk wali orangtua, untuk kaka/adik dan anggota keluarga yang tinggal satu rumah serta untuk pengasuh dan orang-orang di sekitar seperti guru les, supir, satpam, asisten rumah tangga.
Mengapa PS diperlukan?
Karena orangtua/keluarga adalah pendidik pertama dan utama. Keterlibatan pengasuh di rumah membutuhkan bekal langsung dari orangtua/keluarga.
PS tujuannya apa?
Untuk membuat orangtua/keluarga semakin siap dan bisa memberikan pengasuhan dan pendampingan yang menumbuh-kembangkan anggota keluarganya yang berkebutuhan khusus menjadi pribadi individu yang bangga dan percaya diri serta mandiri dan berpotensi.
Inclusive Education & Class Management (IECM)
Adalah training unggulan Mimi Institute sejak tahun 2009 untuk peningkatan kapasitas sekolah dan kampus penyelenggara pendidikan inklusi.
IECM training apa?
Tentang penerapan pendidikan inklusi sebagai sebuah pendekatan yang adil dan tanpa diskriminasi bagi semua peserta didik termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Pendekatan ini mewarnai pengelolaan kelas yang ramah dengan dibenarkan melakukan modifikasi kegeiatan belajaran sesuai dengan kebutuhan khusus masing-masing peserta didik.
Untuk siapa IECM?
Untuk para pekerja di bidang pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah hingga para pengambil keputusan dan pembuat kebijakan di tingkat lokal, daerah dan pusat. Training ini juga diperuntukan bagi kelompok profesional: psikolog, tenaga medis, pekerja sosial / care giver.
Pelaksanaan training ini dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa calon pendidik dan tenaga kependidikan tentang sekolah/kampus yang inklusif disabilitas.
IECM tujuannya apa?
Untuk ikut melaksanakan wajib belajar 9 tahun dan pendidikan sepanjang hayat mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi tanpa batas bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar mereka tidak ditinggalkan dalam bidang pendidikan.
